A.     Pengertian String
String merupakan objek yang sering digunakan untuk menampilkan tulisan. Contoh penggunaan string yaitu pada penulisan perintah System.out.println(“Nama Anda”). “Nama Anda” pada pernyataan tersebut merupakan nilai dari tipe data string. Karakteristik string antara lain sebagai berikut.

1.      String didefinisikan dalam Java API, yaitu pada class java.lang.String
2.      String bukan tipe data primitif, melainkan tipe data referensi.
3.      Java memiliki fitur yang memungkinkan string dijalankan tanpa instansiasi.
4.      Data string menggunakan escape character, seperti pada char, Escape character merupakan karakter khusus yang diawali dengan tanda backslash “\”.
5.      Penggabungan nilai string dilakukan menggunakan operator “+”. Jika operator “+” digunakan oleh string dengan tipe data lain, tipe data selain string akan diubah secara otomatis menjadi string oleh Java.
6.      Untuk mengubah data dari tipe data string ke tipe lain, maka dilakukan menggunakan method parse() yang dimiliki oleh setiap tipe data selain string.
7.      String merupakan immuttable object. Setelah ditentukan nilainya, tidak bisa diganti lagi.

Tipe data string merupakan tipe data spesial pada pemrograman Java karena diperlakukan secara berbeda (tidak seperti tipe data yang lain). Dalam pemrograman Java, string merupakan aspek penting, karena dapat mempelajari mengenai class dan objek melalui prnggunaan string. String sebenarnya merupakan class yang terdapat dalam library Java. Java String merupakan salah satu clas dasar yang disediakan oleh Java untuk memanipulasi karakter. String bukan merupakan array karakter. String merupakan sebuah class yang memiliki beberapa method.

Contoh:
String nama = “Aqil”;
System.out.println(nama.length());
System.out.println(nama.substring(0,2));

Objek string nama pada kode di atas mempunya dua buah method, yaitu method length() dan substring(0,2).
String merupakan deretan karakter, sehingga :
String naama = “Aqil”;

Sama dengan sintaks berikut.

char[] arrayNama = {‘a’,’q’,’i’,’l’};
String nama = new String (arrayNama);

B. Operasi pada String
Bentuk data string dalam pemrograman sangat sering digunakan. Oleh karena itu, bahasa pemrograman Java secara khusus mendukung beberapa operasi string dalam sintaks bahasa Java itu sendiri, sehinga penggunaan string lebih leluasa dna mudah. Harus diingat bahwa kemudahan ini hanya berlaku untuk menggunaan class String yang ada pada package java.lang dan tidak berlaku untuk class-class lainnya.

Java mendefinisikan class String dalam package java.lang.String, sehingga tidak perlu melakukan import secara eksplisit. Java String digunakan untuk mendefinisikan string yang konstan (tidak bisa berubah). Contoh dasar penggunaan class String pada Java sebagai berikut.

Public  class ContohString {
     public static void main(String [] args){
     String kendaraan =”Mobil”;
     System.out.println(kendaraan);
}
}

Output dari kode program di atas sebagai berikut.
run:
Mobil
BUILD SUCCESSFUL (total time: 3 seconds)

1.      String literal
Java mendukung nilai string literal. String literal merupakan pendekatan yang lazim dilakukan untuk menciptakan string. String merupakan tipe data referensi yang mendukung nilai literal. Maka dari itu, kita dapat langsung membuat objek string dalam program tanpa perlu secara eksplisit menggunakan keyword new. Kita cukup menuliskan rangkaian karakter yang diapit oleh tanda kutip ganda.
Contoh.
String jurusan = “Teknik”;

Karena string literal merupakan suatu objek, maka diperkenankan untuk memanggil method-menthod string secara langsung.
Contoh.
//mencetek panjang string
System.out.printl(“Teknik”.length());
Method length() merupakan anggota dari class String yang dapat digunakan untuk mendapatkan panjang string. Kode program tersebut akan menampilkan hasil 6. Yaitu panjang karakter dari string “Teknik”.

2.      Penggabungan String
Java juga mendukung konkatenasi string secara otomatis. Konkatenasi atau penggabungan string merupakan salah satu operasi yang kerap dilakukan. Dalam kasus ini, kita bisa menggunakan operator “+” atau method concat, namun operator “+” lebih praktis dan sederhana. Selain dapat melakukan konkatenasi terhadap dua buah objek string, kita juga dapat melakukan konkatenasi secara keseluruhan terhadap lebih dari dua buah objek string.
Contoh1:
public static void main(String [] args){
  String str1 = “Teknik”;
  String str2 = “Informatika”;
  System.out.println(str1 + str2);
Sytem.out.println(str1.concat(str2);
}
Output:
TeknikInformatika
TeknikInformatika

Contoh2:
public static void main(String [] args){
String str;
str = “Rekayasa” + “Perangkat”;
System.out.println(str);
str = “Rekayasa” + “Perangkat” + “Lunak”;
System.out.println(str);
}
Output:
RekayasaPerangkat
RekayasaPerangkatLunak

3.      Format String
Pemformatan merupakan salah satu langkah yang lazim dilakukan untuk mendapatkan suatu bentuk yang diharapkan. Terkait dengan ini, Java memperkenalkan fitur baru, yaitu printf-style yang bisa kita manfaatkan untuk memudahkan pemformatan string. Selain menerima argumen string yang akan diformat, method printf juga memerlukan argumen objek. Untuk mempermudah mencetak beberapa variabel pada sebuah string, kita dapat menggunakan method printf() atau format().
Contoh:
System.out.printf(“Halo %s, untur Anda %d, name, age);
String s = String format (“Halo %s, umur Anda %d”, name, age);
System.out.println(s);
Berikut beberapa hal yang perlu dipahami dalam format string
a.      Format huruf
Untuk memformat string ke huruf kecil atau besar dapat dilakukan dengan cara menyatakannya dengan konversi s atau S. Teknik ini mirip dengan pendekatan printf di bahasa C.
Contoh.
String str1 = “smk”;
String str2 = “bisa”;
System.out.printf(“%s %S %n”, str1, str2);
Output : SMK bisa
b.      Format alignment
Untuk mengatur posisi string dapat dilakukan melalui pendekatan printf-style. Contohnya sebagai berikut.
//Format rata kanan, alokasi 15 karakter
System.out.printf(“|%15s| %n”, str1);
//output: |               smk|

//Format rata kiri, alokasi 15 karakter
System.out.printf(“|%-15s| %n”, str1);
//output: |smk               |
c.       Format ketepatan
Pendekatan printf0style juga memungkinkan untuk mengizinkan ketepatan pemformatan. Langkan ini sering kali diperlukan dalam pemformatan bilangan.
Contoh.
System.out.printf(“%.2s %n, str1);
//output : sm
d.      Argumen
Secara default, printf-style melakukan prmformatan sesuai urutan argumen. Jika diperlukan, anda juga dapat menggunakan satu argumen untuk beberapa pemformatan. Adapun caranya dengan menambahkan karakter < (kurang dar), ang menyatakan bahwa argumen sebelumnya akan digunakan lagi.
Contoh
String str1 = “Informatika”;
System.out.printf(“%s %<S %<.5s %n”, str1);

//output : informatika INFORMATIKA Infor
Jika tidak menambahkan karakter <, normalnya pernyataan di atas memerlukan tiga buah argumen seperti contoh berikut.
String str 1 = “Informatika”;
System.out.prinf(“%s %S %.5s %n”, str1, str1, str1);

//output : informatika INFORMATIKA Infor

e.      Simbol konversi
Simbol-simbol lain yang dapat digunakan untuk pemformatan dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Simbol
Deskripsi
%a, %A
Untuk pemformatan nilai floating-point
%b, %B
Untuk pemformatan nilai boolean
%c, %C
Untuk pemformatan nilai karakter
%d
Untuk pemformatan integer berbasis 10
%h, %H
Untuk pemformatan nilai heksadesimal





Post a Comment

Previous Post Next Post