Abdurrahman Aqil

My notes~

Monday, November 30, 2015

Meet up

"Tiingg!"  seketika semua pandangan mengarah ke arah lelaki yang duduk di pojok kanan belakang ruangan, lelaki yang bertubuh gempal itu lupa mensetting ponselnya ke mode silent. Bima, mahasiswa reguler yang sedang ditatap oleh banyak pasang mata itupun mulai sedikit berkeringat. Dia memang memiliki kelebihan cairan ditubuhnya, ditambah lagi ia memiliki gangguan kecemasan -Ansietas.

"Duh! siapa sih?" tanyanya pada diri sendiri sambil mengusap dahinya.

Setelah semua soal ia jawab, ia bergegas membereskan alat tulis ke dalam tasnya. Bima membawa lembar jawaban ke depan meja dosen pengawas ujian akhir semester dan meninggalkan ruangan yang masih ramai. Padahal waktu baru berjalan 35 menit. Bima lansung mempersiapkan diri ke ruang ujian selanjutnya.

Siapa sih ?

* * *

Bima yang penasaran dengan suara notifikasi yang membuatnya ditatap oleh belasan pasang mata pun membuka ponselnya dengan raut wajah kesal. Namun seketika raut wajahnya berseri, matanya membulat dan tepian bibirnya tersenyum tipis.

"Biiiiiiim! renang yuukk!"

Notifikasi chat itu ternyata dikirim oleh Putri, wanita pujaan hati Bima sejak pertama kali bertemu sewaktu di bangku Sekolah Menengah Atas. Keduanya tidak pernah sekelas, dan selama duduk di bangku sekolahpun mereka sama sekali belum pernah saling sapa. Bima menyimpan rasa itu bertahun-tahun lamanya.

"Kapaaaaaannn ??"
"Dimanaaaaaa ?" Balas Bima dengan penuh semangat.

Baru pertama kali dalam hidupnya merasa sebahagia itu. Untuk seorang introvert seperti Bima, membayangkan bisa berbincang dengan wanita pujaan hatinya saja sudah membuatnya tersenyum bahagia. Dan sekarang angan-angan itu menjadi kenyataan, membaca chatnya saja seperti diterpa angin sejuk di siang yang panas ini.

you're like a dream come true.

Hari itu Putri benar-benar mengejutkan seorang Bima. Bagaimana tidak, Putri dan Bima dahulu memang jarang bergaul dengan teman-teman kelasnya, mereka berdua memiliki kepribadian introvert. Hanya orang-orang tertentu yang bisa mendekat di ruang lingkup keduanya.

"Hari ini  jam 3 sore bisa ? di BW aja yaaPutri membalas selang beberapa menit. 

Bima yang saat itu tengah menunggu di depan ruang ujian selanjutnya pun mengigit bibir bawahnya karna tahu bahwa hari ini tidak mungkin bagi dia untuk meninggalkan ujian yang tengah berlangsung. Padahal Bima tahu, kesempatan seperti ini tak akan pernah terulang dua kali. Tapi kalau ia meninggalkan ujian, ia harus mengikuti ujian susulan yang berapapun besarnya nilai yang diraih tetap akan dikurangi.

"Boleehhh Putt, ketemuan disana yaa!" balas Bima dengan sedikit beban dipikirannya.

Untuk Bima yang hatinya kesepian, kini ia kembali merasakan benih-benih harapan pada Putri. Terlebih Putri adalah wanita pujaannya sewaktu di bangku sekolah dulu. Perasaan Bima saat ini begitu bahagia menantikan pertemuan dengan wanita pujaannya.

* * *

Bima baru saja memarkirkan kendaraannya dan melihat dari kejauhan orang lain datang lalu memarkirkan kendaraannya tepat di sebelah Bima, yang tanpa Bima sadari bahwa itu Putri, orang yang sore ini akan ia temui.

"Hai Biimm! Udah lama nunggu ya ?" sapa Putri mengakrabkan diri.

Bima yang baru pertama kali dalam hidupnya mendengar suara Putri sedikit terlambat merespon pertanyaan yang dilontarkan oleh Putri. Telinga Bima berusaha mengenali suaranya Putri, dengan kecepatan yang tidak bisa dibayangkan, sesaat pikiran Bima melayang jauh ke masa lalu, saat pertama kali ia bertemu dengan Putri di tangga depan kelasnya dulu.

Oh ini suaranya Putri

"Nggak put, gue juga baru nyampe kok. Yaudah yukk!"

Dalam hati kecilnya, Bima tersenyum-senyum mendengar suara yang baru pertama kali ia dengar. Suara wanita pujaan hati yang selama bertahun-tahun baru ia dengar. Suara yang begitu asing di telinga namun mudah dikenali
* * *


No comments:

Post a Comment